cara mendapatkan hak asuh anak bagi ayah

Pembagian Hak Asuh Anak yang Berhak Pembagian Hak Asuh Anak yang Berhak

Pembagian Hak Asuh Anak yang Berhak – Bercerai bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita ketika kita mendengar sepasang suami istri yang sudah tidak tahan lagi dan juga sudah tidak bisa melanjutkan apa yang di jalaninya. Menurut pengacara Michael A. Robbins dari Law Offices of Michael A. Robbins, Michigan, Amerika Serikat, setiap orang tua yang bercerai punya kondisi yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan juga aturan untuk pengasuhan anak-anaknya. Namun, berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Epidemiology & Community Health, selain memikirkan hak asuh casquedrdre anak setelah bercerai, kondisi anak haruslah menjadi hal utama.

Berdasarkan pasal 41 UU Perkawinan, dalam kasus perceraian, pihak istri berhak menjadi wali bagi anak-anaknya yang belum dewasa (di bawah 12 tahun), mendapat nafkah dari mantan suami selama 3 bulan 10 hari, dan mendapat harta gono-gini sebanyak setengah dari seluruh harta yang dikumpulkan selama masa pernikahan.

1. Ibu Memiliki Perilaku Buruk
Hak asuh anak setelah bercerai biasanya akan diberikan pada ibunya. Namun hak asuh tersebut bisa hilang ketika dalam persidangan ibu memiliki perilaku yang buruk, maka hak asuh bisa diberikan pada ayah.

Perilaku yang buruk yang bisa menghilangkan hak asuh anak adalah:

Judi
Mabuk-mabukan
Berbuat kasar pada anak

2. Ibu Dipenjara
Jika ibu masuk penjara karena terbukti melakukan pelanggaran hukum. Jika ini terjadi, maka pihak ayah bisa mendapatkan hak asuh atas anak yang masih berusia 5 tahun.

3. Ibu Tak Bisa Menjamin Keselamatan Jasmani dan Rohani Anak
Alasan terakhir yang bisa menghilangkan hak asuh anak dari ibu adalah ketika ibu dikhawatirkan tak bisa menjamin keselamatan jasmani dan rohani anaknya. Jika ibu terbukti mengalami depresi dan bisa mengakibatkan kondisi mentalnya tak stabil, hal ini bisa menjadi risiko yang mengancam keselamatan anak.

4. Ibu Terbukti Selingkuh
Jika dalam hubungan pernikahan pihak istri terbukti selingkuh, maka hak asuh akan jatuh ke tangan suami. Ketika istri melakukan perselingkuhan, maka dirinya sudah dinyatakan gagal menjadi seorang ibu. Hal ini tertuang dalam Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Mengenai Perkawinan. Ternyata hak asuh anak setelah bercerai juga bisa jatuh ke tangan ayah. Namun tentu saja hal itu pun perlu memenuhi beberapa syarat yang ada.