Kebiasaan Buruk Malam Hari Yang Bikin Perut Cepat Membuncit

Kebiasaan Buruk Malam Hari Yang Bikin Perut Cepat Membuncit

5sehat4sempurna.com – Salah satu permasalahan yang mengganggu penampilan dan ditakuti oleh sebagian wanita dan pria adalah perut buncit. Permasalahan klasik ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama bagi yang sulit menerapkan pola hidup sehat. Memiliki perut buncit bukan saja mengganggu penampilan, namun juga mengganggu kesehatan. Selain itu ketika memiliki perut buncit untuk menghilangkannya dibutuhkan ‘kerja keras’. Dikutip dari Brightside kebiasaan buruk pada malam hari yang bisa mempercepat buncit. Idealnya, orang dewasa mendapatkan sekitar tujuh hingga sembilan jam waktu tidur setiap malam.

Ketika kita tidak cukup tidur, maka tingkat kortisol (hormon stres) akan meningkat dan mendorong kita mengonsumsi makanan tinggi gula. Untuk mempertahankan tingkat hormon stres kortisol yang normal, cobalah untuk mendapatkan waktu tidur yang baik setiap malamnya. Dengan cara ini, kita dapat menyeimbangkan kadar kortisol sekaligus meningkatkan produksi leptin (hormon yang dapat membuat kita mampu mengontrol nafsu makan). Meskipun benar bahwa tubuh secara alami membakar beberapa timbunan lemak saat kita tidur, namun tubuh tidak akan membakar secara efisien jika kita tidur dengan perut penuh.

Selain menyebabkan lemak pada perut, makan larut malam dan berbaring setelah kenyang dapat meningkatkan risiko terkena refluks asam lambung dan gangguan pencernaan. Hal itu terjadi karena perubahan gravitasi, sehingga tubuh tidak mampu menarik makanan di perut menuju ke bawah. Untuk mencegah kondisi ini, pertimbangkanlah untuk makan sedikit makanan di malam hari, dan jangan berbaring setidaknya selama tiga jam setelah makan malam. Jika memungkinkan, makanlah beberapa buah-buahan jika merasa sedikit lapar di malam hari, daripada mengonsumsi makanan-makanan manis. Sudah bukan rahasia lagi kalau ngemil pada malam hari tidak baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kebiasaan yang mengasikan ini terkadang secara tidak sadar kita lakukan, padahal dampaknya jelas akan membuat perut buncit. Terlalu sibuk bekerja terkadang mengganggu pola makan, sehingga jam makan tidak teratur. Saat tubuh tidak tahu pasti waktu makan berikutnya, maka tubuh biasanya akan segera menyimpan lemak. Kondisi seperti inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya penimbunan lemak di dalam tubuh yang akhirnya membuat perut buncit.

Jelas ini akan membuat perutmu buncit, ketika makan terlalu banyak fungsi organ pencernaan bekerja terlalu berat sehingga tidak memproses secara sempurna. Akibatnya lemak dan kalori akan tertimbun dan memicu perut menjadi buncit. Tidak hanya lemak yang dapat memicu perut menjadi buncit. Gas pada makanan juga salah satu faktor yang menyebabkan perut buncit. Sejumlah jenis makanan mengandung gas tinggi sehingga akhirnya menjadikan perut kembung. Tak hanya kembung, perut akhirnya pun mengembang dan ukurannya bertambah.

Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh kita, namun terlalu banyak mengonsumsinya juga tidak baik untuk kesehatan. Jenis makanan seperti gorengan, junk food, merupakan makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan atau minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan selalu menjadi favorit, tak hanya bagi anak-anak tapi juga bagi para orang dewasa. Tak hanya meningkatkan kadar gula darah yang berarti risiko diabetes, makanan/minuman dengan pemanis buatan sangat mampu menaikkan risiko obesitas dan perut buncit. Baca juga: Susah Hilangkan Lemak di Perut?

Untuk efek tambahan, Anda bahkan bisa mencoba menambahkan beberapa lemon atau mint ke dalam teh Anda untuk mengurangi mual. Teh jahe juga telah digunakan berabad-abad sebagai obat tradisional untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat sifat antihistamin dan antibakterinya. Jahe mengandung banyak senyawa yang dapat membantu efek penyangga radikal bebas, mengurangi peradangan dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis yang serius. Jahe juga memiliki sifat anti-bakteri yang dapat membantu melindungi terhadap infeksi serius.

Seiring bertambahnya usia, tentu otak dapat mengalami degradasi alami yang tidak dapat dihindari. Namun, efek oksidasi dapat mempercepat dan bahkan dikaitkan dengan kondisi otak yang lebih serius seperti Alzheimer dan Parkinson yang keduanya bersifat neurodegeneratif dan tidak dapat diobati. Maka lebih baik Anda menghindari penyakit ini sejak dini. Studi menunjukkan dengan menggunakan teh jahe telah menemukan bahwa setelah konsumsi hanya 2 bulan berturut-turut, fungsi kognitif akan jauh lebih besar pada orang yang mengkonsumsi teh jahe dibandingkan dengan yang tidak.

Baca Juga  : Kombinasi Buah Dan Manfaatnya Bila Dikonsumsi Di Pagi Hari

Selain itu, ternyata jahe dapat membantu melindungi otak dari kerusakan dan meningkatkan memori. Meskipun sudah diketahui bahwa jahe memiliki sifat anti-inflamasi, jahe juga mulai dikenal dapat membantu meringankan rasa sakit. Dengan konsumsi satu cangkir teh jahe per hari dapat membantu Anda untuk mengurangi nyeri otot, nyeri haid, atau nyeri sendi yang terkait dengan artritis. Jahe telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu mengobati gangguan pencernaan atau kembung yang terkait dengan konsumsi makanan tertentu. Namun bagusnya ternyata jahe juga dapat membantu mencegah dan mengobati radang lambung. Penelitian telah menemukan bahwa jahe dapat meningkatkan penguraian lemak dan dapat mencegah penyimpanan lemak baru berikutnya dengan cara menghalangi penyerapan lemak dari makanan diet yang dikonsumsi.

Peneliti telah menyimpulkan bahwa orang yang mengkonsumsi lebih banyak jahe memiliki ukuran pinggang yang lebih kecil. Konsumsi teh jahe terbukti dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida yang akhirnya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi teh jahe secara teratur juga dapat membantu Anda mengendalikan tekanan darah. Teh jahe sering digunakan banyak orang ketika sakit karena memiliki efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh, mengendalikan pertumbuhan bakteri, dan juga dapat membersihkan lendir dari paru-paru. Jahe terbukti sangat efektif untuk menenangkan hati serta dapat membantu Anda yang sedang susah tidur. Jahe diyakini memiliki efek menekan pada kortisol dan memiliki efek merangsang pada serotonin, yang dapat memberikan efek yang sempurna untuk Anda supaya merasa lega dan tidur nyenyak.

Bagi Anda yang memiliki diabetes, Anda perlu khawatir dengan kadar glukosa darah Anda. Karena faktor obesitas, maka semakin banyak orang yang didiagnosis menderita diabetes setiap harinya, sehingga penting bagi Anda untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Untungnya, teh jahe bisa membantu. Studi jangka panjang dari peminum teh jahe telah menemukan bahwa ada sebanyak 50% peningkatan kadar glukosa darah bagi yang suka minum teh jahe. Bahkan orang yang secara teratur minum teh jahe juga memiliki toleransi insulin yang lebih baik dan dapat membersihkan glukosa lebih efisien dari darah. Jika Anda memiliki riwayat keluarga diabetes, maka bisa mencegahnya dengan minum teh jahe, untuk menjaga tubuh tetap sehat.